Periksa jadwal dan lokasi Piodalan di Bali minggu ini (4/5) – semua informasi ada di sini!

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bali.RakyatPos.id

Denpasar – Minggu hari ini (4/5) berdasarkan kalender Bali yang dimasukkan
Redite Umanis Langkir
.

Hari ini, sejumlah kuil dan Merajan di Bali mengadakan upacara alias Piodalan Dewa Yadnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara
Piodalan
Ini bertujuan untuk mulai membersihkan setiap parahyangan.

Melaporkan dari sejumlah literatur, Piodalan ditafsirkan sebagai perayaan peringatan Tempat Suci.

Upacara ini adalah tanggung jawab warga Bali untuk memenuhi kewajiban mereka kepada Ida Hyang Widi Wasa dan semua manifestasinya yang terletak (sarang) di sini.
Kuil
Desa Kahyangan.

Ritual yang terjadi di Kuil Desa Kahyangan diadakan setiap enam bulan dan ada juga acara yang diadakan setahun sekali.

Tujuan melakukan upacara Piodalan adalah untuk menciptakan kehidupan yang damai dan makmur.

Menurut Lontar Sundari Gama, orang -orang yang gagal merawat dan mempertahankan kewajiban mereka di Kuil Puseh, masyarakat akan menghadapi kesulitan dalam hal pakaian dan makanan.

Bagi orang -orang yang benar -benar melaksanakan kewajiban mereka kepada Ida Hyang Widi Wasa, hidup mereka akan damai dan tenang.

Berdasarkan informasi dari calendarbali.org, berikut adalah jadwal dan tempat untuk implementasi Piodalan di Bali, Minggu (4/5), yang bertepatan dengan Redite Umanis Langkir Day:

1. Melakukan doa di Kuil Sakenan, serangan Denpasar Selatan.

2. Pura Batuji di Ubung Tengah, Denpasar Barat.

3. PURA DALEM PAHUMAN BHUJANGGA PERATIH DENPASAR.

4. Upacara Rajapadi di Kerobokan, Badung.

5. Kuil Alas Harum Batur Kintamani, Bangli.

6. PURA. Hutan Kintamani Sakti, Bangli.

7. Pura Kawitan Dalem Empuaji Aan terletak di Klungkung.

(LIA/JPNN)

RakyatPos Celebes

Berita Terkait

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
6 Juni 2025: Hari Khusus dengan 3 Acara Khusus, termasuk 'Global Running Day'
Akankah keberuntungan Barcelona di nomor 10 pindah ke Lamine Yamal?

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:21 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:19 WIB

Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:17 WIB

Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?

Berita Terbaru