Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, menyatakan dukungannya terhadap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini menyatakan sedang melakukan penyidikan terkait dugaan mark-up atau penggelembungan anggaran pada proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.

Abdullah menilai apa yang dilakukan KPK sangat penting untuk menjawab keresahan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek strategis nasional ini kini tengah menjadi polemik di tengah masyarakat, terutama karena besarnya beban utang yang harus ditanggung Indonesia dan munculnya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggarannya.

“Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh takut dalam menangani kasus ini. Dugaan penggelembungan anggaran pada proyek kereta cepat harus diusut tuntas dan transparan,” kata Abdullah kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Menurut dia, KPK harus bertindak tegas jika menemukan bukti adanya mark up anggaran Whoosh.

Dia menegaskan, siapa pun yang terlibat praktik korupsi, baik pemerintah, BUMN, maupun swasta harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“KPK tidak boleh sembarangan. Jika ditemukan tindak pidana korupsi dalam penyidikan, maka pelakunya harus diadili tanpa kecuali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdullah berharap penyidikan yang dilakukan KPK dapat dilakukan secara profesional dan independen, sehingga hasilnya dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi di bidang infrastruktur.

“Proyek sebesar Kereta Cepat Whoosh harusnya menjadi kebanggaan bangsa, bukan menjadi beban akibat penyimpangan anggaran. Oleh karena itu, kita harus mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bisa menyelesaikan kasus ini,” tutupnya.

Foto: Kereta cepat Whoosh/Net

RakyatPos Celebes

Berita Terkait

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
6 Juni 2025: Hari Khusus dengan 3 Acara Khusus, termasuk 'Global Running Day'
Akankah keberuntungan Barcelona di nomor 10 pindah ke Lamine Yamal?
Koridor Rute Baru 4 Trans Timur Java 2025 “Joko Tingkir”: Menghubungkan Gresik dan Lamongan Lebih Cepat dan Lebih Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:21 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:19 WIB

Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:17 WIB

Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?

Berita Terbaru