Gibran memasukkan kurikulum AI dari sekolah dasar ke sekolah menengah musim depan

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pikiran orang

– Wakil Presiden Gibran Rakabumbing Raka menyatakan bahwa materi kecerdasan buatan (AI) akan dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di Indonesia.

Rencana kurikulum ini akan diterapkan pada tingkat pendidikan dari sekolah dasar ke sekolah kejuruan pada awal tahun ajaran yang akan datang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini dikatakan oleh Gibran ketika menghadiri kegiatan Studium Generale dengan tema peluang kerja kreatif dengan AI di auditorium kampus Universitas Binus Anggek, Jakarta Barat, pada hari Jumat, 2 Mei 2025.

“Kemudian pada awal tahun ajaran baru kami akan menerapkan kurikulum kecerdasan buatan, dengan mengajar mata pelajaran tentang AI dari tingkat dasar ke tingkat kejuruan,” kata Gibran, seperti dilaporkan pada hari Minggu, 4 Mei 2025.

Gibran menyatakan bahwa tindakan itu adalah bukti janji pemerintah Prabowo Subianto untuk mengembangkan sains dan teknologi.

Menurutnya, kemampuan dalam AI akan menjadi faktor utama dalam menyelesaikan masalah di masa depan di semua sektor.

Dia juga menyatakan apresiasinya untuk peran Binus sebagai lembaga tersier aktif dalam pengembangan program kecerdasan buatan melalui kurikulumnya.

“Saya sangat senang karena Binus telah mengakui potensi teknologi AI ini. Selain dapat menanggapi berbagai tantangan abad ke -21, siswa di masa depan akan lebih siap untuk memasuki dunia kerja ketika mereka lulus,” katanya.

Menurut Gibran, pendidikan tentang kecerdasan buatan sejak usia dini sangat penting sehingga anak -anak di masa depan tidak hanya dapat menjadi pengguna yang dapat diandalkan, tetapi juga dapat mengatur jawaban baru untuk membantu pengembangan negara dan planet ini.

Sebagai contoh mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari -hari, Gibran mengatakan bahwa PT Jasa Marga dan Pt Kai telah menerapkan teknologi dalam proses kerja mereka.

Jasa Marga telah menggunakan kecerdasan buatan (di sana), dan semua staf mereka adalah orang -orang muda. Dengan teknologi ini, mereka dapat memantau lalu lintas di sepanjang garis tol, sehingga mereka dapat menentukan kapan diperlukan untuk mengatur aliran satu jalan atau kontra saat ini. PT Kereta API Indonesia juga memiliki kamera canggih untuk ini.
AI pengenalan wajah
Jadi, jika ada perampok yang terlihat, “dia menekankan.

Gibran juga menekankan bahwa generasi muda Indonesia untuk terus memperbarui dirinya bersama dengan kemajuan teknologi dan bertindak sebagai pemimpin di dunia digital dan ekonomi yang akan datang.

Indonesia selalu melahirkan anak -anak pintar. Mereka semua kreatif dan Anda harus dapat mengevaluasi.
-Meluk
“Teknologi terbaru termasuk AI, Crypto, Blockchain, dan berbagai teknologi lainnya,” katanya.

Binus menyajikan 3 proyek kecerdasan buatan

Dalam kegiatan itu, siswa dari Binus juga melakukan sejumlah pekerjaan inovatif berdasarkan teknologi AI yang telah menerima penghargaan baik tingkat nasional dan global. Inilah beberapa dari mereka:

Aplikasi AURA: Solusi seluler menggunakan teknologi AI dan RFID untuk mendukung orang buta dalam memilih pakaian yang cocok untuk kegiatan mereka.

Daely: Teknologi AI dan IoT yang dirancang untuk mengawasi status pengemudi, menandai perasaan kantuk, dan mencegah kecelakaan.

Dampak: Konsol game yang menerapkan kecerdasan buatan dalam proses membuat dan mengidentifikasi game.

Melalui tindakan ini, pemerintah melalui Gibran bertujuan untuk membuat sistem pendidikan di Indonesia dapat mencetak generasi yang terampil dalam menyambut revolusi teknologi dan kompeten untuk menjadi pemimpin dunia. ***

RakyatPos Celebes

Berita Terkait

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
6 Juni 2025: Hari Khusus dengan 3 Acara Khusus, termasuk 'Global Running Day'
Akankah keberuntungan Barcelona di nomor 10 pindah ke Lamine Yamal?

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:21 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:19 WIB

Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:17 WIB

Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?

Berita Terbaru