Gorontalo Terrace –
Menteri Bumn Erick Thohir mengungkapkan bahwa tidak ada rencana dari perusahaan yang dimiliki negara untuk mengevakuasi Pt Sri Rejeki Isman TBK (Sritex).
Namun, Erick tidak menolak peluang yang dapat dilakukan oleh perusahaan milik negara (BUMM) yang mengambil alih aset Sritex jika diberi kesempatan, terutama aset yang menunjukkan potensi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Erick berkata, 'Jika Bumn diberi kesempatan untuk memberikan bantuan. Misalnya, jika kita melihat aset yang menjanjikan, maka kita akan mencobanya. '
Pada saat ini, nasib aset Sritex tetap menjadi tanggung jawab tim kurator.
Kurator mencatat bahwa total utang Sritex mencapai Rp29,8 triliun yang terdiri dari 94 kreditor bersamaan, 349 kreditor preferensi, dan 22 kreditor separatis.
Beberapa kreditor dengan tuntutan yang diterima termasuk Kantor Layanan Pajak Sukoharjo Pratama sebesar RP28,6 miliar, bea cukai Surakarta senilai RP189,2 miliar, dan Java-diy PLN dengan total Rp43,6 miliar.
Nasib mantan karyawan Sritex
Saat ini, Menteri Tenaga Kerja Yassierli menekankan bahwa pihak berwenang akan menemani langkah -langkah untuk menunjuk kurator dan investor baru dalam upaya untuk merekrut beberapa mantan pekerja dari Sritex.
Namun, tidak semua mantan pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja akan direkrut lagi.
***
RakyatPos Celebes








