Kronologi Terungkap: Kapal pariwisata Pulau Tikus Bengkulu tenggelam karena angin kencang; Jumlah korban diperbarui

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id, Bengkulu –

Sebuah perahu pariwisata yang membawa penumpang dari Pulau Tikus ke daratan Bengkulu dilaporkan telah tenggelam pada hari Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 16:28 Waktu Indonesia Barat.

Peristiwa itu terjadi di laut di lepas pantai Malabro karena cuaca buruk yang ditandai oleh angin kencang dan ombak besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh otoritas kepolisian, kapal tersebut mengalami kerusakan pada sistem mesin karena terpapar gelombang besar di dekat gerbang area pelabuhan nelayan Malabro.

Dengan demikian, kapal miring dan tenggelam sebelum akhirnya naik ke darat.

Sampai sekarang, perekaman data penumpang telah dilakukan oleh Polisi Benggulu dan Layanan Sosial Kota Benggulu di konter Tiga Putra, tempat yang berfungsi sebagai pos sementara untuk menangani korban.

Menurut data awal, total 34 orang telah dipindahkan dari situs bencana ke fasilitas rumah sakit, seperti yang terlihat dalam daftar di bawah ini:


Rumah Sakit Bhayangkara di Bengkulu mendapat 19 pasien:

14 orang dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).

5 orang dilaporkan telah meninggal


Rumah Sakit Umum Regional Kota Bengkulu (RSUD) menerima 15 pasien:

13 orang peduli di luar rumah

2 orang meninggal

“Saati, personel kami tetap di lokasi untuk membantu dalam proses evakuasi dan mencatat jumlah penumpang,” jelas IPTU Endang Sudrajat, kepala hubungan masyarakat polisi Bengkulu.

Evakuasi masih dalam proses karena jumlah penumpang di kapal pada saat kecelakaan belum diketahui dengan pasti. Petugas gabungan, bersama dengan tim pencarian dan penyelamatan, terus bekerja untuk menemukan dan memindahkan semua orang yang terkena dampak.

Informasi tambahan akan diberikan setelah proses pengakuan dan perekaman selesai.


Pernyataan penolakan: Informasi yang diperoleh pada 20.00 WIB mungkin masih dapat berubah.


Seseorang terbunuh tanpa diidentifikasi sebagai warga negara

Sebuah perahu yang membawa wisatawan dari Pulau Tikus, Bengkulu, tenggelam karena kondisi cuaca ekstrem pada hari Minggu (11/5/2025) malam.

Acara ini mengakibatkan kematian lima orang, tetapi sejumlah besar penumpang lain berhasil dibantu.

Salah satu dari mereka yang meninggal adalah Nesya Joza Amanda (26), seorang penduduk desa Talu Ulu, Distrik Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong.

Nesya dikenal sebagai putri Syafril Johan, yang berperan sebagai sekretaris Kantor Keamanan Pangan Rejang Lebong (DKP).

Pada saat kejadian, Nesya menghabiskan waktu liburan di pulau Tikus bersama sepupunya. Ironisnya, ia juga menjadi salah satu korban yang meninggal karena bencana, meskipun sepupunya berhasil bertahan hidup.

Kelompok keluarga telah memberi tahu The News of the Sadness. Surya, saudara laki -laki Syafril Johan, menyatakan bahwa mayat Nesya telah dipindahkan dari Bengkulu dan saat ini sedang dalam perjalanan ke kurikulum tubuh di Curup.

“Ya, itu benar, saat ini kita masih dalam perjalanan, akan mengutuk,” kata Surya kepada wartawan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, kapal wisata tenggelam di perairan Malabro saat dalam perjalanan kembali dari Pulau Tikus ke daratan. Di tengah lautan, kapal dipukuli oleh gelombang tinggi bersama dengan angin kencang, menyebabkan mesin menyerang dan akhirnya kapal bergulir.

Kondisi di kapal pernah dipenuhi dengan rasa takut. Sejumlah besar penumpang jatuh ke laut dan diseret oleh ombak. Untungnya, para nelayan bersama penduduk pantai yang menyaksikan insiden itu segera mengambil langkah untuk berpartisipasi dalam operasi penyelamatan mereka.

Mayoritas pelancong diselamatkan, meskipun beberapa dari mereka ditemukan dalam keadaan lemah dan menderita trauma parah.

RakyatPos Celebes

Berita Terkait

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
6 Juni 2025: Hari Khusus dengan 3 Acara Khusus, termasuk 'Global Running Day'
Akankah keberuntungan Barcelona di nomor 10 pindah ke Lamine Yamal?

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:21 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:19 WIB

Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:17 WIB

Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?

Berita Terbaru