70 tahun KAA: Memperkuat Diplomasi Budaya di Bandung melalui Warisan Hari Warisan Dunia

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 05:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pikiran orang

-Dalam peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) serta memperingati Hari Warisan Dunia yang diadakan setiap April 18, kota Bandung membangun kembali dirinya sebagai simbol solidaritas dan perjuangan global.

Serangkaian kegiatan resmi diadakan di Gedung Merdeka pada 28 April 2025, dengan kinerja pembukaan yang menampilkan Pencak Silat dari Panglipur Pamager Sari sebagai warisan budaya. Selain itu, peringatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan, dan dipenuhi dengan kegiatan lain, termasuk seminar yang membahas pentingnya melestarikan warisan budaya dan semangat solidaritas antar -nasion.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Endah Tjahjani Dwirini Retno Astuti sebagai Direktur Jenderal Diplomasi Promosi, dan kerja sama budaya menekankan dalam pidatonya mengenai kesesuaian menjaga komitmen terhadap keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian. Dia juga mencatat bahwa prinsip -prinsip ini masih merupakan elemen integral dari diplomatik budaya di Indonesia.

“The Asian-African Conference is not just a political meeting, but an identity and cultural meeting. The theme of Disaster and Conflict Resilient Heritage is in line with the spirit of KAA in maintaining peace and inter-national cooperation, and reminds that conflicts can destroy natural and cultural heritage. We also emphasize the commitment that Indonesia does not live in a world situation, as support for Palestine independence,” he said in his remarks in the independence bangunan.

Kepala Kantor Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat, Lendra Sofyan, St., M.Sc, dalam sambutannya menekankan prinsip-prinsip Konferensi Asia-Afrika, yaitu berusaha mencapai keadilan, melindungi hak asasi manusia, dan mengeras solidaritas di antara negara-negara.

“Konferensi ini merupakan poin penting dalam pertempuran melawan kolonialisme dan ketidakadilan di tingkat dunia. Gedung Merdeka tidak hanya memiliki sejarah lokal tetapi juga secara internasional sebagai ikon perjuangan, hak asasi manusia, kesetaraan, dan independensi negara,” katanya.

Menteri Kebudayaan,

H. Fadli Zon, SS, M.Sc., ketika menyampaikan pidatonya, menekankan pentingnya menghidupkan kembali keragaman budaya Indonesia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan global yang cepat.

“Kebebasan itu bukan hanya tentang mendapatkan kedaulatan politik tetapi juga perjuangan untuk melindungi identitas budaya, memperkuat kisah -kisah sejarah, dan mempertahankan warisan peradaban,” kata Fadli Zon.

“Kita sebagai negara harus mengembangkan keragaman budaya di era globalisasi dengan memastikan bahwa masyarakat dapat melestarikan dan menerapkan nilai -nilai budaya mereka,” katanya.

“Ini adalah poin penting dalam pembentukan identitas di mana pertempuran untuk kemerdekaan negara dan identitas nasional bertindak sebagai fondasi perlawanan terhadap kolonialisme dan eksploitasi,” katanya lebih lanjut.

“Gedung Merdeka dan Museum Asia-Afrika telah menjadi saksi penting dalam pembentukan solidaritas antara negara-negara Asia dan Afrika. Keduanya sekarang mempertahankan berbagai aspek sejarah dan sains bernilai tinggi.

Dia juga menyebutkan situasi di mana orang Palestina kehilangan sebagian besar warisan budaya mereka.

“Dalam hal ini, kita tidak dapat mengabaikan bencana yang terjadi di Palestina. UNESCO melaporkan bahwa ratusan lokasi warisan budaya di Gaza rusak parah oleh serangan militer Israel, termasuk masjid, perpustakaan, museum, rumah sakit, dan area umum lainnya,” katanya.

Seminar pada peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika mengeksplorasi betapa bermakna Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 (KAA) adalah elemen dari memori dunia dunia/ MOW) oleh UNESCO. Bersama-sama, kenangan nasional Komite Dunia Indonesia dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyatakan bahwa arsip KAA, yaitu catatan vital yang mencatat hasrat kebebasan, perdamaian, dan kolaborasi lintas negara, telah ditawarkan untuk dimasukkan dalam inventaris memori dunia. Langkah pendaftaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang generasi muda prinsip -prinsip mulia yang berasal dari KAA, sementara juga mendukung penyebaran nilai -nilai yang lebih luas secara global.

Selain itu, Daud Aris Tanudirjo, aktivis yang melestarikan warisan budaya, meninjau potensi tempat -tempat bersejarah KAA sehingga dapat diserahkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Menurut penjelasannya, lokasi seperti Gedung Merdeka perlu memenuhi nilai universal dari nilai universal, keaslian, integritas, dan manajemen berkelanjutan. Jika semua persyaratan ini dipenuhi, bukti dari waktu akan diketahui lebih dari sekadar aspek sejarah nasional; Mereka juga akan dilihat sebagai vital untuk sejarah global, terutama semangat bersatu antara negara-negara Asia-Afrika ketika memerangi kolonialisme dan mencari perdamaian dunia.

Selanjutnya, pembicara terakhir, Yunus Arbi dari Icomos Indonesia menguraikan lagi betapa vitalnya, area sejarah yang diusulkan dari Konferensi Asia-Afrika termasuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Dia melakukan bahwa peninggalan seperti Asia-African Road dan Gedung Merdeka bukan hanya struktur sejarah biasa, tetapi juga situs yang mengesankan yang mencerminkan nilai perlawanan dan kesatuan antar negara. Oleh karena itu, analisis komprehensif diperlukan, partisipasi aktif dari banyak pihak, dan taktik pelestarian yang mempertimbangkan aspek fisik dan non-fisik untuk mempertahankan relevansi warisan untuk generasi saat ini sampai nanti.

Melalui seminar ini, diharapkan bahwa pemahaman kolektif yang lebih dalam tentang kepentingan pelestarian jejak historis Konferensi Asia-Afrika, termasuk aspek-aspek fizimiknya dan prinsip-prinsip moral yang dikandungnya. Upaya untuk mendaftarkan KAA untuk menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan pengakuan global, tetapi juga berfungsi sebagai taktik penting untuk memastikan bahwa semangat Bandung dapat dipertahankan sebagai sumber motivasi untuk persaudaraan, perdamaian, dan upaya untuk mempertahankan hak -hak rakyat dari negara -negara lain.

RakyatPos Celebes

Berita Terkait

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
6 Juni 2025: Hari Khusus dengan 3 Acara Khusus, termasuk 'Global Running Day'
Akankah keberuntungan Barcelona di nomor 10 pindah ke Lamine Yamal?

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:21 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:19 WIB

Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:17 WIB

Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?

Berita Terbaru