Indonesia terkenal sebagai negara darat yang kaya akan sumber daya alam di dasar laut. Keindahan Samudra Indonesia mencakup berbagai hal seperti terumbu karang yang merupakan keajaiban dunia yang menakjubkan. Salah satu lokasi yang berhasil menampilkan pesonanya dari terumbu karang secara keseluruhan adalah Pulau Tidung, yang berada di kelompok ribuan Kepulauan, dekat Jakarta.
Terumbu karang di Pulau Tidung adalah sifat yang luar biasa, penuh dengan keragaman makhluk yang mempesona. Di bawah permukaan air bersih, labirin batu -batu yang indah, tempat tinggal berbagai jenis ikan, flora dan fauna laut, serta organisme mikro lainnya. Selain menjadi habitat bagi kehidupan laut, terumbu karang juga mendukung fungsi ekosistem vital seperti melindungi tepi pantai dari erosi dan kebisingan dan mendukung mata pencaharian penduduk setempat yang mengandalkan industri perikanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun pesona terumbu karang di Pulau Tidung telah menjadikannya tujuan favorit bagi wisatawan, sistem ekologis tetap rentan terhadap berbagai bahaya. Ancaman utama termasuk kerusakan struktural yang disebabkan oleh aksi manusia seperti pengeboran pasir pesisir, lemparan yang ceroboh, dan metode penangkapan ikan yang merugikan. Selain itu, pergeseran pola cuaca dunia juga membawa risiko besar, misalnya memanaskan bumi dan meningkatkan suhu cairan laut dapat membuat terumbu karang putih atau mati.
Untuk mengatasi sejumlah risiko dan kerusakan yang ada, pemerintah melalui kantor ketersediaan makanan maritim DKI Jakarta dan peternakan hewan bekerja sama dengan penduduk setempat untuk melestarikan lingkungan akuatik. Ini dilakukan dengan membangun jaringan area administrasi laut berdasarkan komunitas (KPL-BK) di Pulau Tidung.
Tim DPL-BM Pulau Tidung yang dipimpin oleh Lahmanudin Jordy atau lebih dikenal sebagai Limbad setelah memeriksa area konservasi terumbu karang di sekitar perairan Pulau Tidung. Mereka melakukan aktivitas penanaman terumbu, membersihkan area beton untuk lokasi penanaman terumbu karang, serta mengukur tingkat ruang lingkup terumbu karang.
Melalui upayanya, Limbad berharap bahwa ia bisa mendapatkan lebih banyak perhatian dari pemerintah, terutama dalam hal pembiayaan untuk kegiatan sehari -hari seperti menambahkan stok benih, menyediakan peralatan menyelam, dan memiliki kapal baru untuk mengangkut benih karang dan digunakan sebagai alat pengangkat saat melakukan inspeksi di lapangan. Dengan dukungan ini dari partisipasi pemerintah dan masyarakat, Limbad percaya bahwa lingkungan bawah air akan tetap berkelanjutan, sehingga para nelayan akan lebih mudah mengumpulkan ikan sementara pertumbuhan industri pariwisata juga meningkat, akhirnya memiliki dampak positif pada kondisi keuangan penduduk yang tinggal di daerah pesisir.
Gambar oleh: m adimaja
RakyatPos Celebes








