Tangga seribu bukit: Tempat di mana Serene menyaksikan matahari terbenam di pantai barat Batam

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Riau Islands Post –

Di bagian barat daya Kota Batam, lebih khusus di daerah Dangas Bukit, Tanjung Pinggir, Sekupang, ada satu objek wisata tersembunyi yang semakin dikenal secara luas, terutama oleh para penggemar pemandangan matahari terbenam dan pencinta alam – seribu lingkungan.

Terkenal karena penampilan matahari terbenamnya yang luar biasa di Batam, seribu tangga yang diubah sebagai tujuan Belle yang harus dilihat, tidak hanya untuk wisatawan domestik tetapi juga internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kagumi pemandangan laut dan langit oranye

Seribu tangga bukan hanya bukit biasa. Istilah “seribu” mengacu pada jumlah sangat banyak langkah yang harus diturunkan untuk sampai ke atasan mereka.

Dari puncak bukit, para wisatawan dapat melihat pemandangan Selat Malaka yang menawan, disertai dengan siluet bangunan penangkapan langit Singapura yang dapat dilihat dengan jelas meskipun berada pada jarak yang cukup jauh.

Anehnya, tempat ini memungkinkan Anda untuk mengamati aktivitas kapal besar, termasuk kapal pesiar, supertanker, dan feri yang bergerak naik dan turun melintasi rute perdagangan internasional.

Surga untuk penggemar matahari terbenam dan kemah

Saat senja dan awan perlahan -lahan menguning, atmosfer pada seribu tangga berubah menjadi luar biasa dan penuh pesona. Cahaya berkilau dari Singapurang mulai muncul, memberikan keindahan tambahan pada panorama malam sampai malam.

Secara alami, jika lokasi ini adalah pilihan pertama untuk pencari senja yang memukau, berkemah dengan teman-teman, memanjat, dan menjalani berbagai kegiatan di luar ruangan, selain itu juga ada banyak penggemar fotografik mandiri (selfie) di daerah estetika.

Di sekitar bukit, ada tanah hijau yang dipenuhi dengan pohon -pohon lebat dan ayunan, sempurna untuk siapa saja yang ingin berlindung sambil merasakan angin laut.

Layanan dan tarif untuk Entrian

Manajemen menyediakan fasilitas penting seperti pencahayaan dan toilet. Bagi wisatawan yang berencana untuk menghabiskan malam, ada pilihan untuk menyewa tenda.

IDR 50.000 – IDR 100.000 (tenda untuk 2 orang)

Atau membawa kamp pribadi hanya akan menelan biaya RP. 10.000 untuk setiap orang/malam.

Harga tiket untuk area ribuan tangga sangat ramah dengan kantong, yaitu:

RP. 10.000 setiap orang, termasuk biaya parkir dan penggunaan fasilitas.

Jam operasi:

Setiap hari dari pukul 10:00 waktu Indonesia barat hingga pukul 16:00 waktu Tengah Indonesia.

Akses ke seribu tangga

Tempat wisata ini berada di desa Tanjung Pinggir, distrik Sekupang, Batam City, yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 menit dari tengah kota.

Bagaimana cara pergi ke lokasi:

Naikkan bus Trans Batam ke halte bus Kartini di Sekupang.

Hubungkan perjalanan menggunakan layanan taksi sepeda motor online atau kendaraan pribadi.

Rute ke tempat itu telah ditutupi dengan aspal dan dapat dilewatkan dengan lancar dengan sepeda motor atau mobil.

Ringkasan Sejarah: Dari Taman Habibie hingga Seribu Tangga

Sebelum dipanggil seribu tangga, lokasi awalnya adalah Taman Habibie – tempat favorit bagi presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, untuk beristirahat selama masa jabatannya sebagai kepala Otoritas Batam (yang sekarang BP Batam). Berdasarkan permintaan dari keluarganya, nama taman diubah setelah itu.

Judul tangga dari seribu langkah dipilih karena mewakili anak tangga yang sangat menantang dan simbolis dalam perjalanan mendaki ke puncak bukit. Lokasi adalah tempat yang ideal untuk merasakan pesona matahari terbenam, suasana laut, bahkan berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan seperti hiking dan berkemah.

RakyatPos Celebes

Berita Terkait

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional
6 Juni 2025: Hari Khusus dengan 3 Acara Khusus, termasuk 'Global Running Day'
Akankah keberuntungan Barcelona di nomor 10 pindah ke Lamine Yamal?

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:21 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:20 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:19 WIB

Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:17 WIB

Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?

Berita Terbaru